Minggu, 06 November 2011

bahasa sebagai konsep ilmiah

Peranan Dan Pentingnya Bahasa Indonesia Dalam Konsep Ilmiah
Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang di resmikan sebagai bahasa nasional, yang berfungsi untuk komunikasi dari berbagai daerah. Walaupun Indonesia banyak ragam bahasa daerah tetapi untuk komunikasi formal dan ilmiah tetap saja yang di pakai Bahasa Indonesia.
Tulisan Ilmiah adalah tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya. Dalam tulisan ilmiah Bahasa indonesia yang disesuaikan dengan EYD sangat digunakan dan diperhatikan, dan bahasa yang digunakan harus lengkap, terperinci, teratur, dan cermat.

Jika kita lihat
Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sangat diperhatikan dan dibutuhkan, tetapi kalau kita lihat dalam pergaulan sehari-hari Bahasa Indonesia tidak terlalu di perhatikan. Seperti tulisan pada novel-novel remaja, si penulis lebih banyak menggunakan bahasa sehari-sehari dibandingkan bahasa yang baku yang telah di sempurnakan EYD.
Begitu juga dalam perfilman di Indonesia, komunikasi yang digunakan lebih banyak bahasa yang tidak baku. hanya beberapa siaran televisi saja yang masih mau menggunakan bahasa yang baku seperti TVRI. Dalam penulisan ilmiah karena yang diakui adalah bahasa baku yang telah disempurnakan EYD, maka bahasa ini sangat berperan penting . Lagipula lebih jelas dan dimengerti jika tulisan dan artikel menggunakan
Bahasa Indonesia yang baik dan benar.Jadi, kesimpulannya peranan Bahasa Indonesia dalam konsep ilmiah sangat penting sebagai jembatan komunikasi ke berbagai pihak.
Bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena bahasa merupakan sarana untuk membuka wawasan bangsa (khususnya pelajar dan mahasiswa) terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dengan kata lain, bahasa merupakan sarana untuk menyerap dan mengembangkan pengetahuan. Pada umumnya, negara maju mempunyai struktur bahasa yang sudah modern dan mantap.
Pemodernan bahasa merupakan suatu hal yang sangat penting. Di Jepang, misalnya, usaha pemodernan bahasa Jepang yang dirintis sejak restorasi Meizi telah mampu menjadi katalisator perkembangan ilmu dan teknologi di Jepang. Dengan pemodernan bahasa, semua sumber ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang dengan cermat sehingga wawasan berpikir bangsa Jepang dapat dikembangkan secara intensif lewat usaha penerjemahan secara besar-besaran.

Gagasan tersebut telah mendorong usaha untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Usaha pemodernan ini telah ditandai dengan dibentuknya Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa dan diterbitkannya buku Kamus Besar Bahasa Indonesia, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia, Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan, dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah. Walaupun publikasi tersebut belum secara tuntas menggambarkan aspek kebahasaan yang diharapkan, publikasi tersebut memberi isyarat bahwa untuk memantapkan kedudukan bahasa Indonesia perlu ada suatu pembakuan baik dalam bidang ejaan maupun tata bahasa. Pembakuan ini merupakan suatu prasyarat untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa keilmuan. Publikasi itu merupakan salah satu sarana untuk menuju ke status tersebut.
Kita memaklumi bahwa bahasa Inggris yang kita kenal sekarang memang dapat dikatakan mempunyai ejaan dan struktur bahasa yang baku. Oleh karena itu, bahasa tersebut telah mencapai status untuk digunakan sebagai bahasa keilmuan. Tentu saja kedudukan semacam itu tidak terjadi begitu saja. Bahasa tersebut telah mengalami pengembangan dan perluasan dalam waktu hampir tiga abad untuk mencapai statusnya seperti sekarang. Status yang demikian akhirnya juga menjadi sikap mental bagi pemakai dan penuturnya. Artinya, kesalahan dalam penggunaan bahasa baik tata bahasa maupun ejaan (spelling) merupakan suatu kesalahan yang dianggap _tercela_ dan memalukan apalagi di kalangan akademik. Sudah menjadi kebiasaan umum dalam penilaian pekerjaan tulis pelajar dan mahasiswa di Amerika bahwa salah eja akan mengurangi skor pekerjaan tulis tersebut. Hal seperti itu dapat terjadi karena pemilihan ejaan didasarkan pada kaidah yang baku dan bukan didasarkan atas selera pemakai. Bandingkan dengan keadaan di Indonesia khususnya di kalangan profesional dan akademik.
Kesadaran akan adanya pedoman yang baku mencerminkan bahwa masyarakat mempunyai mentalitas untuk mengikuti apa yang menjadi ketentuan atau kesepakatan bersama. Memang dalam setiap ketentuan yang baku selalu ada penyimpangan. Akan tetapi, penyimpangan tentu saja diharapkan sangat minimal. Bila penyimpangan lebih banyak daripada ketentuan yang baku berarti ketentuan baku tersebut praktis tidak ada manfaatnya sama sekali. Dalam kehidupan sehari-hari, bila kebijaksanaan lebih banyak dari ketentuan yang telah digariskan, dapat dibayangkan apa yang akan terjadi. Bila dalam kehidupan bermasyarakat lebih banyak kebijaksanaan (yang berarti penyimpangan) dari-pada ketentuan hukum yang berlaku maka kepercayaan masyarakat terhadap hukum menjadi berkurang dan akhirnya masyarakat lebih mempercayai atau menganut jalan simpang. Oleh karena itu, semboyan bahasa menunjukkan bangsa sebenarnya bukan sekadar ungkapan klise melainkan semboyan yang mempunyai makna filosofis yang sangat dalam. Sikap masyarakat terhadap bahasa barangkali dapat dijadikan indikator mengenai sikap masyarakat dalam hidup bernegara. Mungkinkah perilaku dalam penggunaan bahasa Indonesia dewasa ini merupakan refleksi sikap mental kita yang selalu mengharapkan kebijaksanaan (baca: hak istimewa, prioritas, penyimpangan, atau pengecualian terhadap hukum) daripada mengikuti ketentuan yang berlaku?
Begitu juga dalam hal ragam bahasa dalam konsep ilmiah yang menuntut kecermatan dalam penalaran dan bahasa. Dalam hal bahasa, seperti karya tulis dan alporan penelitian harus memenuhi ragam bahasa standar (formal) atau terpelajar dan bukan bahasa informal atau pergaulan. Ragam bahasa terdiri atas dasar media/sarana, penutur, dan pokok persoalan. Atas dasar media, ragam bahasa terdiri atas ragam bahasa lisan dan tulis. Atas dasar penuturnya, terdapat beberapa ragam yaitu dialek, terpelajar, resmi, dan takresmi. Dari segi pokok persoalan, ada berbagai ragam antara lain ilmu, hukum, niaga, jurnalistik, dan sastra.
Ragam bahasa dalam konsep ilmiah hendaknya mengikuti ragam bahasa yang penuturnya adalah terpelajar dalam bidang ilmu tertentu. Ragam bahasa ini mengikuti kaidah bahasa baku untuk menghindari ketaksaan atau ambiguitas makna karena ragam bahasa ilmiah tidak terikat oleh waktu. Dengan demikian, ragam bahasa dalam konsep ilmiah sedapat-dapatnya tidak mengandung bahasa yang sifatnya kontekstual seperti ragam bahasa jurnalistik. Tujuannya adalah agar karya tersebut dapat tetap dipahami oleh pembaca yang tidak berada dalam situasi atau konteks saat karya tersebut diterbitkan.
Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan persyaratan mutlak untuk melakukan kegiatan ilmiah sebab bahasa merupakan sarana komunikasi ilmiah yang pokok. Tanpa penguasaan tata bahasa dan kosakata yang baik akan sukar bagi seorang ilmuan untuk mengkomunikasikan gagasannya kepada pihak lain. Dengan bahasa selaku alat komunikasi, kita bukan saja menyampaikan informasi tetapi juga argumentasi, di mana kejelasan kosakata dan logika tata bahasa merupakan persyaratan utama.
Masalah ilmiah biasanya menyangkut hal yang sifatnya abstrak atau konseptual yang sulit dicari alat peraga atau analoginya dengan keadaan nyata. Untuk mengungkapkan hal semacam itu, diperlukan struktur bahasa dan kosakata yang canggih. Ciri-ciri bahasa keilmuan adalah kemampuannya untuk membedakan gagasan atau pengertian yang memang berbeda dan strukturnya yang baku dan cermat. Dengan karakteristik ini, suatu gagasan dapat terungkap dengan cermat tanpa kesalahan makna bagi penerimanya. Terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam karya tulis ilmiah berupa penelitian yaitu:
1. Bermakna isinya
2. Jelas uraiannya
3. Berkesatuan yang bulat
4. Singkat dan padat
5. Memenuhi kaidah kebahasaan
6. Memenuhi kaidah penulisan dan format karya ilmiah
7. Komunikatif secara ilmiah
Aspek komunikatif (keefektifan) hendaknya dicapai pada tingkat kecanggihan yang diharapkan dalam komunikasi ilmiah. Oleh karena itu, karya ilmiah tidak selayaknya membatasi diri untuk menggunakan bahasa (struktur kalimat dan istilah) popular khususnya untuk komunikasi antarilmuwan. Karena makna simbol bahasa harus diartikan atas dasar kaidah baku, karya ilmiah tidak harus mengikuti apa yang nyatanya digunakan atau popular dengan mengorbankan makna yang seharusnya. Bahasa keilmuan tidak selayaknya mengikuti kesalahkaprahan.
Pemenuhan kaidah kebahasaan merupakan ciri utama dari bahasa keilmuan. Oleh karena itu, aspek kebahasaan dalam karya ilmiah sebenarnya adalah memanfaatkan kaidah kebahasaan untuk mengungkapkan gagasan secara cermat. Kaidah ini menyangkut struktur kalimat, diksi, perangkat peristilahan, ejaan, dan tanda baca.

Penjelasan makna arti, dari penulisan bahasa Indonesia :
KATA
Kata dengan sendirinya mempunyai arti:
• Sebuah bunyi dan perpaduan bunyi yang keluar dari mulut seseorang (ucapan). Misalnya: "sepatah kata"
• Sebuah paduan/serangkaian huruf yang membentuk sebuah makna dalam suatu bahasa tertentu.
Bila dipadukan, sering terdengar ungkapan-ungkapan seperti:
Kata mutiara, kata pengantar, kata sandi, kata kunci, tutur kata, kata kerja, kata benda, kata sifat, kata hubung, dan lain sebagainya.
FRASE
Frase atau frasa, dari bahasa Latin, phrase adalah sebuah istilah linguistik, bisa berarti:
1. kalimat
2. kata majemuk yang bisa dianggap satu kata. Misalkan rumah putih
Beberapa jenis frasa:
1. adverbial
2. adjektival
3. apositif
4. ekosentris
5. endosentris
6. nominal
7. parataktis
8. preposisional
9. verbal
KLAUSA
Klausa adalah sekelompok kata yang terdiri atas subyek (seringkali hanya satu kata benda saja) dan predikat (kadang-kadang hanya satu kata kerja saja).
Contoh:
Anjing berlari
Subject: Anjing
Predikat: berlari
KALIMAT
Kalimat, dari bahasa Arab, adalah satuan lingusitik yang terkecil yang bisa berdiri sendiri. Dalam bahasa Latin disebut sintaks atau sintaksis.
Dalam linguistik, kalimat adalah satuan dari bahasa. atau arus ujaran yang berisikan kata atau kumpulan kata yang memiliki pesan atau tujuan dan diakhiri dengan intonasi final.
WACANA
Wacana : (Sans)
1. ucapan, tutur;
2. kesatuan tutur;
3. kesatuan bahasa yang lengkap.
PARAGRAF
Paragraf adalah suatu bagian dari bab pada sebuah karangan atau karya ilmiah yang mana cara penulisannya harus dimulai dengan baris baru. Paragraf dikenal juga dengan nama lain alinea. Paragraf dibuat dengan membuat kata pertama pada baris pertama masuk ke dalam (geser ke sebelah kanan) beberapa ketukan atau spasi.
Demikian pula dengan paragraf berikutnya mengikuti penyajian seperti paragraf pertama.
Macam-macam paragraf:
• Paragraf induktif: Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
• Generalisas: Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
• Analogi: Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
• Paragraf hubungan sebab akibat: Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
• Paragraf hubungan akibat sebab: Paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.
• Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.
FONEM
Fonem sebuah istilah linguistik dan merupakan satuan terkecil dalam sebuah bahasa yang masih bisa menunjukkan perbedaan makna. Fonem berbentuk bunyi.
Misalkan dalam bahasa Indonesia bunyi [k] dan [g] merupakan dua fonem yang berbeda, misalkan dalam kata "cagar" dan "cakar". Tetapi dalam bahasa Arab hal ini tidaklah begitu. Dalam bahasa Arab hanya ada fonem /k/.
MORFEM
Morfem adalah satuan bentuk terkecil dalam sebuah bahasa yang masih memiliki arti dan tidak bisa dibagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi.
Sebaliknya dalam bahasa Indonesia bunyi [f], [v] dan [p] pada dasarnya bukanlah tiga fonem yang berbeda. Kata provinsi apabila dilafazkan sebagai [propinsi], [profinsi] atau [provinsi] tetap sama saja.

Tugas Individu
Bahasa Indonesia

PERANAN BAHASA INDONESIA DALAM KONSEP ILMIAH
Idi Dharma. S. Pd. Mm.
(Logo gundar)


oleh :
Nama : Alexandra Adelia Ersa
NPM : 12109430
Kelas : 3KA24


Sistem Informasi, Ilmu Komputer
Universitas Gunadarma
2011

jakarta traffic

Tugas Individu

Bahasa Indonesia

Kemacetan Jakarta

Idi Dharma. S. Pd. Mm.

(Logo gundar)

oleh :

Nama : Alexandra Adelia Ersa

NPM : 12109430

Kelas : 3KA24

Sistem Informasi, Ilmu Komputer

Universitas Gunadarma

2011

Kemacetan Jakarta

Saya adalah seorang mahasiswa dari sebuah universitas swasta, Gunadarma namanya. Sebuah universitas yang dapat dibilang ternama apa lagi pada bidang atau jurusan yang saya pilih yaitu sistem informasi. Gunadarma banyak mempunyai cabang-cabang, saya kebetulan adalah seorang mahasiswa Gunadarma kalimalang.

Beberapa cabang Gunadarma antara lain ada Gunadarma Depok, ada Gunadarma Kelapa dua, ada Gunadarma Salemba, ada Gunadarma Tb. Simatupang dan lain-lain. Cabang-cabang kampus saya ini terletak di daerah-daerah jakarta, dimana jakarta rawan sekali dengan yang namanya macet.

Pengalaman saya ini dimulai dari saat saya mencoba sebuah workshop yang kebetulan bertempat pada Gunadarma kampus D yaitu Depok. Salah satu syarat kelulusan di kampus saya ini adalah mengikuti 1 kali workshop, 1 kali seminar, dan 1 kali kursus. Kembali lagi pada cerita pengalaman saya waktu itu ada workshop linux pada pukul 08.00 WIB. Kebetulan saya dan 5 teman saya ini juga mahasiswa Gunadarma dan kami berangkat bersama, seperti biasanya dalam 5 pikiran manusia pasti berbeda – beda, kita sudah sepakat untuk janjian di kampus J (kalimalang) pada pukul 07.00 WIB.

Dengan tergesa-gesa saya dan ke 5 teman saya lainnya berangkat ke kampus J, pada waktu itu bisa dikatakan diantara kami berlima saya dan teman saya seorang laki-laki kami berdua punya kelemahan untuk bangun pagi, kami berdua yang paling terlambat. Singkat cerita kami berangkat dari kampus J (Kalimalang) ke kampus D (depok) pada pukul 07.10 WIB.

Perasaan kami takut, karena memang sudah peraturan kampus kami, dimana bila kalian terlambat tidak dikenakan toleransi kecuali dengan alasan yang kuat. Perjalanan kami ini dimulai dengan menaiki mobil teman saya, memasuki tol barat, lancar dan tidak ada gangguan. Lalu kami memasuki tol cikunir 2 (jor) tesentak lah kami semu, karena setelah bayar tol langsung padat, volume kendaraan terbilang ramai.

Kami sendiri heran dan menerka-nerka, apa ada kecelakaan kah? Karena kami jarang berangkat ke Jakarata pada jam kerja. Semakin lah kami menjadi ketakutan, takut akan terlambat mengikuti workshop, Mobil melaaju pelan pada saat itu saya berfikir setidaknya mobil kami tidak stuck (berhenti) tapi masih bisa jalan sedikit demi sedikit, situasi kali itu adalah padat merayap. Teman saya barulah sadar bahwa sekarang adalah hari Senin dan kebetulan kita berangkat pada jam kerja.

Sesampainya di daerah kampung rambutan, saya melihat ke luar tol, jalanan cukup lancar. Lalu munculah ide saya untuk kita keluar dari tol, keluar di kampung rambutan. Karena situasi dalam tol sendiri amat lah tidak memungkinkan untuk kita dapat sampai setidaknya tepat waktu sajalah. Ide saya ini di setujui oleh teman-teman saya.

Mobil melaju dengan cepatnya, keluar kampung rambutan. Tidak disangka-sangka macet lagi di arah ke pasar minggu, dapat di bayngkan raut wajah kami berlima sudah sangatlah panik, karena kita berfikir kami telah membayar biaya workshop, sudah memberitahu kedua orang tua kami masing-masing, bagaimana bila orang tua kami tahu kalau-kalau kami semua tidak dapat mengikuti workshop dikarenakan sebuah kemacetan kota Jakarta? Segala macam pikran telah merasuki kami. Muncul ide teman saya untuk kembali masuk tol, dan ide ini pun kami setujui. Karena di luar tol pun keadaan makin memburuk banyak Bus, metromini, dan angkot yang menyebabkan kemacetan terjadi.

Keluar masuk tol, itulah yang kami lakukan untuk mengantisipasi kemacetan Ibukota pada senin pagi hari ini. Terbayangkan raut wajah kami semua, sampai pada saat ini kami pun tertawa jika mengingat kejadiaan ini dan trauma berangkat ke Jakarta pada jam-jam kerja.

Setelah sampai kami pun tidak ada yang berani melihat jam tangan masing-masing, teman saya sibuk mencari parkiran dan 3 teman saya yang lainnya segera lari dan bergegas ke gedung utama untuk melihat dan mengijinkan saya dan teman saya, agar dapat masuk dan mengikuti workshop tersebut.

Lupakan ke 3 teman saya itu, kembali ke cerita saya dimana saya dan teman saya sedang sibuk mencari parkiran, tak ada satupun parkiran kampus Gunadarma D (Depok) yang kosong. Kami berdua memutar otak, kami pun memberanikan diri untuk parkir pararel tanpa menarik handrem.

Tidak lama kemudian ke 3 teman saya datang menghampiri kami berdua dengan wajah tersenyum-senyum, dalam hati saya berfikir apa kah ini kabar baik atau kabar buruk? Tak sabar mendengarnya saya pun datang menghampirinya dengan raut wajah panik saya bertanya keadaan dan situasi apakah kami ini diperbolehkan masuk atau tidak? Teman saya malah tertawa dan mengeluarkan sebungkus rokoknya kepada saya dan berkata mengajak saya dan yang lainnya untuk duduk bersantai di sebuah gazebo (balai-balai) kampus D, saya tak sabar dan kembali bertanya-tanya.

Teman saya hanya terdiam sambil menikmati sebatang rokok mereka, saya dan 2 teman saya yang sedaritadi sibuk memarkirkan kendaraannya masih terheran-heran, sebenarnya apa yang terjadi? Apakah kami semua ini tidak di perbolehakan mengikuti workshop? Atau justru malah sebaliknya dan berharap kalau-kalau workshop itu belum berlangsung.

` Tak lama kemudian teman saya yang sedaritadi terduduk dan merokok berkata “lo tau? Betapa lucunya kita ini?” saya menjawab “Serius dikit kenapa deh?” dia tersenyum dan berkata “Kepala pembicara workshop linux kita aja tuh belum dateng! Hahahahahah. Terjebak macet, parah enggak tuh Jakarat?!” saya pun terdiam dan seketika itu tertawa.

Saya pun melihat ke jam tangan yang saya gunakan disitu menunjukan sudah pukul 08.45WIB sementara mulai workshop jam 08.00. saya pun tertawa geli dan berkata dalam hati “Ada untungnya tadi macet di kampung rambutan, setidaknya pembicara terlambat. Dan kami pun diperbolehkan masuk”

Setelah kami menikmati rokok sambil menunggu jalannya waktu kami pun mengikuti workshop yang dimulai pada pukul 09.00WIB. hingga selesai, kami keluar dari gedung 1 tepat pada pukul 16.00WIB. karena kami semua trauma dan mengingat hari ini adalah hari senin, di tambah lagi pada pukul 16.00WIB adalah dimana tepat orang-orang kantoran pulang kerja, sudah pasti dan hukum wajib dijalanan ibu kota ini pasti mengalami kemacetan.

Karena itu kami mencoba menghindari kemacetan tersebut dengan cara makan terlebih dahulu, atau istilahnya kami mengulur waktu. Kami makan di sebuah warung dekat kampus, asik bercerita dan bersenda gurau, tak terasa waktu menunjukan pukul 18.00WIB. kami pun bergegas pulang menuju bekasi.

Daerah pasar minggu masih aman, tak terfikir oleh kami akan terkena macet kembali, karena tidak ada tanda-tanda adanya kemacetan. Volume kendaraan pun tidak terpantau padat. Hanya saja masih ramai,kendaraam=n kami pun melaju cepat hingga sampai pada pintu keluar tol barat, dimana kemacetan terjadi dan amat sangat aneh, karena asing bagi kami yang jarang pergi ke kota Jakarta di hari kerja. Lama sekali kami menunggu.

Dalam hati saya berfikir, berarti rata-rata banyak orang dari Bekasi yang mencari nafkah ke ibukota ya, sampai-sampai padat sekali pada jam 18.00 seharusnya tidak terjadi kemacetan, lalu saya menarik kesimpulan bahwa kemacetan yang terjadi dikarenakan banyaknya mobil pribadi ataupun kendaraan pribadi yang daritadi saya saksikan selama perjalanan berangkat maupun pulang dalam 1 mobil hanya ada 1 orang, bayangkan saja jika semua orang kantoran naik kendaraan pribadi masing-masing, nah itulah penyebabnya kenapa ibukota kita terkenal sekali dengan kemacetannya.

Tidak hanya mobil, motorpun banyak sekali dijalan-jalan sedaritadi saya perhatikan motor bagaikan serangga jalanan, dikarenakan pada jaman sekarang ini memiliki kendaraan pribadi tidak lah sulit, hanya bermodalkan kartu keluarga, slip gaji, rekening listrik sudah dapat membawa pulang sebuah motor mewah

Pantas saja, Jakarta ini macet. Suara teman saya membangunkan saya dari lamunan malam ini, tak sadar kami sudah sampai di kampus J (Kalimalang) pada Pukul 20.00WIB bayangkan 2jam kami terjebak macet dijalanan. Turun dari mobil pun kami beristirahat sebentar hanya untuk sekedar meluruskan kaki yang sudah pasti kaku, dan memberi sebotol minuman untuk menuntaskan dahaga kami.

Sambil bercerita dan tertawa, mengenai kemacetan Jakarta, yang membuat kami trauma untuk pergi kembali kesana pada hari kerja belum lagi ditambah cuaca kota Jakarta yang panas sekali, membuat raut wajah orang Jakarta menjadi sangar-sangar hahahaha.

Kami pun pulang kerumah masing-masing dengan tingkat kelelahan yang sangatlah lelah, bayangkan orang Jakarta yang sehari-hari melakukan aktifitas belum lagi terjebak kemacetan ibu kota ckckckc.

Selasa, 07 Juni 2011

TUGAS 2 kelompok 4 (2KA24)
Alexandra Adelia
Wike Restu Ayu
Monica Ayu
Rieka Mustika

PERMINTAAN, PENAWARAN, DAN TITIK KESEIMBANGAN

I. PERGERAKAN SEPANJANG KURVA PERMINTAAN BERAS
Pada harga beras Rp. 4.000,00 per kilogram, permintaan beras 6.000 ton per bulan. Jika harga naik menjadi Rp. 6.000,00 per kilogram, permintaan turun menjadi 40.000 ton per bulan. Seandainya harga beras turun kembali menjadi 80.000 ton per bulan. Jika yang berubah adalah faktor ceteris paribus, yaitu pendapatan, maka akan terjadi pergeseran kurva permintaan ( shifting ). Jika pendapatan meningkat, kurva permintaan bergeser sejajar ke kanan. Jika pendapatan menurun, kurva permintaan bergeser sejajar ke kiri.

II. PERGESERAN KURVA PERMINTAAN BERAS

Jadi, jumlah barang yang diminta akan mengalami perubahan apabila terjadi perubahan harga ( barang itu sendiri ). Kenaikan harga akan menyebabkan jumlah barang yang diminta berkurang dan bila harganya turun akan menambah jumlah yang diminta. Sedangkan apabila faktor - faktor non harga yang berubah, akan menyebabkan perubahan dalam permintaan. Perubahan dalam permintaan ini ditunjukkan oleh bergesernya kurva permintaan ke kanan atau kiri, yang memberikan makna bahwa perubahaan faktor non harga ( misalnya pendapatan konsumen naik, ceteris paribus ) akan menyebabkan perubahan permintaan
(menaikkan permintaan) yaitu pada tingkat harga yang tetap jumlah barang yang diminta bertambah.

III. FUNGSI PENAWARAN BERAS

Qs = - 40 + 5P ....................................................................... (2.5)

Dimana : Qs = Jumlah beras yang ditawarkan ( per ton ) per tahun

P = Harga beras per ton ( puluh juta rupiah per ton)

Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa harga beras per kilogram hanya Rp. 4.000,00 atau kurang produsen tidak mau menjual beras. Setiap 1 ton kenaikkan harganya menyebabkan penawaran beras meningkat 5 ton. Jika yang berubah adalah faktor non harga, kurva penawaran bergeser dari S0 ke S1.

TITIK KESEIMBANGAN

Qd = 100 - 10p

Qs = - 40 + 5p

EQUILIBRUM ( TITIK KESEIMBANGAN )

Qd = Qs

100 - 10p = - 40 + 5p

100 + 40 = 5p + 10p

140 = 15p

P = 140 / 15

P = 9,3333333


Qd = 100 - 10p

= 100 - 10 (9,3333333)

= 100 - 93

= 7

Kegiatan Ekonomi di Indonesia

Kegiatan Ekonomi di Indonesia

a. Contoh Kegiatan Produksi, Distribusi, dan Konsumsi di

Indonesia

1) Produksi

Untuk memenuhi kebutuhannya, manusia melakukan kegiatan yang menghasilkan barang. Kegiatan ekonomi dalam menghasilkan barang disebut produksi. Pengertian lain produksi adalah segala usaha manusia yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Produksi juga bisa berarti kegiatan untuk meningkatkan manfaat dan kegunaan barang dalam memenuhi kebutuhan. Pihak yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen.

Bagaimana kegiatan produksi berlangsung?

Tahukah kamu bagaimana proses produksi pakaian yang kamu kenakan sehari-hari?

Pada kehidupan sehari-hari, manusia menggunakan pakaian. Bahan pakaian umumnya berasal dari kapas. Kapas dihasilkan dari tanaman kapas di perkebunan kapas. Kapas kemudian dipintal menjadi benang, di pabrik pemintalan. Untuk menjadi kain, benang-benang itu kemudian ditenun di pabrik tenun. Selanjutnya, kain-kain itu dibawa ke penjahit untuk dipotong-potong dan dijahit menjadi pakaian. Jika pemotongan dan penjahitan kain dilakukan besar-besaran, kegiatan akan dilakukan di pabrik pakaian jadi atau kita mengenalnya sebagai garmen.

Pada kegiatan produksi, terdapat kegiatan yang mengelola bahan mentah atau bahan baku menjadi bahan setengah jadi. Ada pula kegiatan produksi yang mengolah bahan setengah jadi menjadi barang jadi.

Misalnya pabrik pemintalan mengolah kapas (bahan mentah) menjadi benang (bahan setengah jadi) sebagai bahan pembuat kain. Selanjutnya, pabrik tenun menenun benang menjadi kain. Kain bisa kita anggap sebagai barang jadi, tetapi dapat pula dianggap sebagai bahan setengah jadi jika kita meningkatkan kegunaannya menjadi pakaian.

2) Distribusi

Barang hasil produksi belum terasa manfaatnya apabila belum sampai kepada konsumen sebagai penggunanya. Agar bisa sampai kepada konsumen, barang yang dihasilkan produsen harus disalurkan. Kegiatan yang bertujuan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen disebut distribusi.

Lancarnya kegiatan distribusi akan menguntungkan, baik bagi produsen maupun konsumen. Sebaliknya, apabila kegiatan distribusi tidak lancar, keduanya juga akan mengalami kerugian. Bagi produsen, terganggunya kegiatan produksi akan menyebabkan terhambatnya penjualan produk sehingga memperkecil keuntungannya. Sementara bagi

konsumen, hambatan distribusi akan menyulitkan konsumen untuk memperoleh barang-barang kebutuhannya. Distribusi barang dari produsen ke tangan konsumen dilakukan dengan 2 cara, yaitu sebagai berikut.

a) Distribusi langsung

Pada distribusi langsung, hasil produksi langsung disalurkan oleh produsen kepada konsumen tanpa menggunakan perantara.

Misalnya, penjual mie bakso menjual langsung mie baksonya kepada konsumen dengan cara berkeliling kampung.

b) Distribusi tidak langsung

Pada distribusi tidak langsung, hasil produksi disalurkan dengan menggunakan perantara. Produsen menyalurkan hasil produksinya terlebih dahulu kepada penyalur, lalu diteruskan kepada konsumen. Penyalur disebut juga distributor. Pihak yang bisa menjadi distributor adalah agen, pedagang besar, dan pedagang eceran.

3) Konsumsi

Setelah barang atau jasa sampai di tangan konsumen, barang atau jasa tersebut bisa digunakan oleh konsumen. Konsumsi adalah pemakaian barang atau jasa. Pemakaian barang atau jasa ini bisa dilakukan secara cepat maupun lambat. Bisa juga dilakukan secara berangsur-angsur maupun habis sekaligus. Dalam kehidupan sehari-hari, konsumsi sering dihubungkan dengan makanan dan minuman. Namun, selain kegiatan makan

dan minum, kegiatan memakai baju, celana, sepatu, menggunakan kendaraan, dan kegiatan-kegiatan lain merupakan kegiatankonsumsi. Jadi, konsumsi mencakup setiap kegiatan yang

bertujuan untuk mengurangi atau menghabiskan fungsi ekonomi suatu barang. Orang yang

melakukan kegiatan konsumsidisebut konsumen.

Kegiatan konsumsi dapat dikelompokkan menjadi 2 pola penggunaan, yaitu sebagai berikut.

a) Pola penggunaan langsung

Pada pola penggunaan langsung, barang yang dikonsumsi dapat memberikan manfaat secara langsung sebagai alat pemenuhan kebutuhan, misalnya makanan dan minuman.

b) Pola penggunaan tidak langsung

Pada pola penggunaan tidak langsung, barang yang dikonsumsi atau dibeli secara tidak langsung memberikan manfaat. Misalnya, kita membeli kompor bukan untuk dimakan, tetapi digunakan untuk memasak makanan. Jadi, kebutuhan sebenarnya adalah makanan. Contoh lainnya adalah jika kita membeli setrika adalah bukan untuk dipakai langsung ke tubuh kita, tetapi digunakan untuk merapikan pakaian yang akan kita pakai. Pada kebutuhanmu dan teman-teman sekelasmu tentu akan terdapat persamaan dan perbedaan. Sebagai siswa, kebutuhan kalian akan sama, yaitu dalam hal buku pelajaran, pakaian seragam, pakaian olahraga, sepatu, dan sebagainya. Akan tetapi, kalian juga memiliki perbedaan dalam kebutuhan. Misalnya, kamu perlu sebuah sepeda yang akan digunakan setiap hari ke sekolahdan untuk berolahraga. Berbeda dengan temanmu yang perlu naik kendaraan umum ke sekolah dan perlu sebuah sepatu bola untuk latihan sepak bola. Perbedaan ini menunjukkan bahwa terdapat kebutuhan dan jasa serta pola konsumsi yang berbeda-beda pada setiap orang.

jenis-jenis ekonomi di indonesia

1. Jenis-Jenis Usaha dalam Bidang Ekonomi

a. Jenis Usaha Perekonomian dalam Masyarakat

Secara umum, jenis-jenis usaha perekonomian dalam masyarakatterdiri atas 3 jenis usaha, yaitu jasa, dagang, dan produksi.

Usaha jasa adalah suatu kegiatan usaha yang memperoleh pendapatan dari memberikan pelayanan kepada konsumen. Berdasarkan sifatnya, usaha jasa terbagi menjadi jasa profesi dan jasa keterampilan.

Jasa profesi adalah pelayanan jasa yang diberikan oleh seseorang yang memiliki keahlian tertentu yang diperoleh melalui suatu pendidikan, misalnya seorang dokter, pengacara, konsultan, akuntan, dan periklanan.

Jasa keterampilan adalah pelayanan jasa yang diberikan oleh seseorang melalui keterampilan yang dimilikinya, misalnya usaha tukang cukur, tukang bangunan, montir, sopir angkutan, dan tukang ojek sepeda motor.

Usaha dagang adalah suatu kegiatan usaha yang memperoleh pendapatan dari kegiatan memperjualbelikan barang.

Misalnya,

seorang membeli barang dengan harga Rp1.000,00 dan menjualnya kembali pada orang lain dengan harga Rp1.100,00.

Artinya, ia memperoleh pendapatan sebesar Rp100,00 dari selisih harga jual dan harga beli.

Usaha dagang ini meliputi usaha perdagangan grosir dan eceran.

Perdagangan grosir adalah kegiatan perdagangan yang menyediakan barang-barang kebutuhan untuk dibeli oleh pembeli yang akan menjualnya lagi kepada konsumen. Barang yang dibeli di toko grosir biasanya lebih banyak daripada perdagangan eceran.

Perdagangan eceran adalah kegiatan perdagangan yang menyediakan barang-barang kebutuhan untuk dibeli oleh konsumen yang akan langsung menggunakannya.

Usaha produksi adalah suatu kegiatan usaha yang memperoleh pendapatan dari kegiatan membuat atau menambah nilai guna suatu barang. Kegiatan produksi meliputi kegiatan di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, kehutanan, dan industri (manufaktur

atau pabrik). Pernahkah kamu mendengar istilah-istilah industri kecil, industri menengah, dan industri besar? Setiap istilah tersebut mempunyai makna yang menunjukkan ukuran kegiatan industri tersebut.

Industri kecil adalah kegiatan produksi dalam skala paling kecil hingga produksi yang menggunakan alat dan mesin yang bersifat membantu pekerjaan manusia. Kegiatan produksi dalam industri kecil sebagian besar menggunakan tenaga manusia. Misalnya, kegiatan membuat aneka kue jajanan pasar serta pembuatan alat-alat pertanian, seperti pisau, golok,

dan pacul.

Industri menengah adalah kegiatan produksi dalam skala yang lebih besar daripada industri kecil dan mulai menggunakan mesin-mesin sebagai alat produksi. Akan tetapi, sebagian masih menggunakan tenaga manusia. Misalnya, industri pengolahan makanan dalam kemasan.

Industri besar sering juga disebut sebagai industri berat, yaitu suatu kegiatan produksi yang sebagian besar kegiatannya dilakukan oleh alat dan mesin. Dalam industri besar, manusia lebih berperan sebagai operator dari alat dan mesin yang dioperasikan untuk membuat dan

menghasilkan barang-barang.

b. Usaha yang Dikelola Sendiri dan Usaha Kelompok

Pengelolaan usaha di masyarakat terdiri atas 2 bentuk, yaitu usaha

yang dikelola sendiri dan usaha yang dikelola secara kelompok.

1) Usaha yang Dikelola Sendiri

Usaha jenis ini disebut juga sebagai usaha perseorangan, artinya seorang pemilik usaha mengelola langsung usahanya sendiri dengan tanpa melibatkan pemodal lainnya. Contoh usaha yang dikelola sendiri adalah warung, toko, bengkel, wartel, dan industri kecil rumahan. Akan tetapi, apabila usahanya semakin bertambah maju, pemilik usaha yang bersangkutan akan merencanakan untuk mengembangkan usahanya. Dalam pengembangan suatu usaha, apabila kegiatan usaha tersebut sudah tidak bisa ditangani sendiri, biasanya jenis usaha itu akan membuka kemungkinan untuk bekerja sama dengan pihak lain agar lebih maju dan lebih kuat.

Usaha yang dikelola sendiri mempunyai banyak keuntungan, diantaranya:

a) keuntungan dapat dinikmati sendiri;

b) kebebasan dalam pengembangan usaha;

c) tidak tergantung kepada orang lain dalam pengaturan usaha.

Akan tetapi, ada beberapa kelemahan dalam pengelolaan usaha sendiri, di antaranya:

a) pengembangan usaha terbatas pada modal;

b) kekurangan tenaga kerja;

c) risiko kerugian yang harus ditanggung sendiri.

2) Usaha yang Dikelola Kelompok

Usaha yang dikelola secara kelompok dalam ilmu ekonomi dikenal sebagai badan usaha perhimpunan atau persekutuan. Berbagai jenis usaha yang dikelola secara kelompok bergerak di berbagai bidang, antara lain jasa, perdagangan, industri, pertanian, perkebunan, dan lain-lain. Dalam usaha ini, biasanya dikelola oleh suatu perusahaan yang berbadan usaha Firma (FA), Perseroan Terbatas (PT), Persekutuan Komanditer (CV), koperasi, yayasan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Setiap badan usaha ini memiliki modal yang dimiliki oleh beberapa orang. Para pemilik modal ini bisa langsung mengelola usahanya maupun tidak mengelolanya. Hal ini bergantung kepada jenis badan usaha yang disepakati bersama.

a) Badan Usaha Perseorangan

Jika seseorang mempunyai modal yang cukup serta mempunyai kemampuan, orang tersebut dapat mendirikan badan usaha sendiri. Tentu saja badan usahanya kecil karena pemilik usaha perseorangan mengatur sendiri seluruh kegiatan dan jalannya usaha. Contohnya, bengkel, penjahit, toko, dan rumah makan.

b) Badan Usaha Milik Swasta

(1) Firma (Fa)

Firma biasa disingkat Fa adalah perusahaan perhimpunan antara 2 orang atau lebih yang menjalankan perusahaan dengan satu nama. Pendirian sebuah firma ditandai dengan suatu perjanjian atau akta yang dibuat dan bersifat mengikat serta memiliki tanggungjawab yang sama.

Misalnya, Lutfhia, Risma, dan Fadli mendirikan usaha pakaian dengan nama “Toko Busana Melati”. Selanjutnya, segala keuntungan dan kerugian dari perusahaan tersebut menjadi tanggung jawab mereka.

(2) Perseroan Terbatas

Sebagaimana firma atau CV, Perseroan Terbatas (PT) dapat dibentuk oleh dua orang atau lebih. Namun, modal PT diperoleh dengan cara menerbitkan saham-saham yang dapat dimiliki oleh setiap orang (umum). Jika saham PT itu dimiliki oleh umum, maka PT itu biasanya disebut PT umum atau PT terbuka. Ada juga yang saham-sahamnya hanya dimiliki oleh anggota keluarga. PT seperti ini disebut PT tertutup. Badan usaha Perseroan Terbatas (PT) bergerak amat luas dan mempunyai kegiatan besar. Oleh karena itu, kadang-kadang mempunyai perwakilan (cabang) di tempat-tempat lain. Bahkan, ada yang sampai ke luar negeri. Dalam kegiatan usahanya, firma, CV, dan PT selalu mengejar keuntungan. Keuntungan itu di antaranya digunakan sebagai biaya perusahaan sehari-hari, membayar pajak, dan menggaji karyawan.

(3) Perhimpunan Komanditer (CV)

Badan usaha yang berbentuk CV (Commanditaire Vennootschap) merupakan perhimpunan (persekutuan) dari beberapa orang yang dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu sebagai berikut.

(a) Persero komplementer, yaitu orang yang menyerahkan modal

dan ikut mengatur pelaksanaan badan usaha (perusahaan).

(b) Persero komanditer, yaitu orang yang hanya menanamkan modal

(pemegang saham) dan tidak ikut mengatur pelaksanaan

badan usaha.

Kedua golongan tersebut mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang berbeda. Persero komplementer mempunyai tanggung jawab penuh terhadap utang piutang perusahaan. Sementara tanggung jawab persero komanditer hanya terbatas berdasarkan besar kecilnya modal yang ditanamkan. Artinya, penanam modal yang lebih besar akan mempunyai tanggung jawab yang lebih besar daripada penanam modal yang lebih kecil atau sedikit.

(4) Yayasan

Pada umumnya, yayasan adalah badan usaha yang merupakan badan usaha perhimpunan. Akan tetapi, yayasan tidak bertujuan mendapatkan keuntungan. Yayasan lebih bersifat sosial dan bergerak di bidang kemasyarakatan. Banyak yayasan yang kita kenal, misalnya yayasan pendidikan, keagamaan, yatim piatu, dan penyandang cacat. Bahkan karena kegiatannya, yayasan itu mendapatkan sumbangan dari para dermawan dan juga pemerintah. Yayasan didirikan melalui akta notaris yang berisi para pendiri yayasan, maksud, dan tujuan yayasan serta kegiatan yang dilakukan.

(5) Koperasi

Koperasi termasuk jenis badan usaha perhimpunan. Badanusaha atau organisasi ekonomi yang cocok di negara kita adalah bentuk koperasi. Koperasi didasarkan pada asas

kekeluaragaan. Mengapa demikian? Koperasi sesuai dengan tuntutan UUD 1945, Pasal 33 Ayat 1, yaitu “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.” Sesuai dengan tujuan dan fungsinya, koperasi sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama para anggotanya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian menyatakan bahwa, “Koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan berlandaskan kegiatannya

berdasarkan prinsip koperasi atau sekaligus gerakan ekonomi rakyat berdasarkan atas asas kekeluargaan.”

Koperasi mempunyai ciri-ciri:

(a) merupakan organisasi ekonomi;

(b) berasaskan kekeluargaan;

(c) berwatak sosial;

(d) meningkatkan kesejahteraan anggota;

(e) lebih mengutamakan kepentingan umum atau anggota.

Sifat-sifat koperasi yang mengutamakan kepentingan orang banyak itu dapat dilihat dari lambang koperasi Indonesia. Lambang itu diresmikan pada tanggal 12 Juli 1960 di Kota

Tasikmalaya oleh Drs. Mohammad Hatta yang dikenal sebagai Bapak Koperasi.

Makna lambang koperasi adalah kata-kata koperasi Indonesia menyatakan sifat kekeluargaan; rantai berarti persahabatan yang erat; gigi roda menggambarkan usaha yang terus-menerus; kapas dan padi berarti kemakmuran; timbangan menunjukkan keadilan; bintang dan perisai menyatakan bahwa koperasi berdasarkan Pancasila; pohon beringin melambangkan sifat gotong royong; warna merah putih lambang kebangsaan Indonesia.

Modal koperasi diperoleh dari anggota berupa:

(a) simpanan pokok, yaitu simpanan yang tidak dapat diambil selama menjadi anggota koperasi;

(b) simpanan wajib, yaitu simpanan yang dapat diambil sewaktu waktu sesuai dengan peraturan koperasi yang berlaku;

(c) simpanan sukarela, yaitu simpanan yang jumlahnya tidak terbatas.

Dilihat dari berbagai usahanya, terdapat berbagai jenis koperasi.

(a) Dilihat dari jenis kegiatan usaha:

koperasi tunggal, yaitu: koperasi yang hanya mempunyai satu jenis kegiatan, meliputi jenis koperasi konsumsi, produksi, dan simpan pinjam.

Koperasi serba usaha, yaitu koperasi yang melakukan berbagai kegiatan usaha, misalnya KUD (Koperasi Unit Desa).

(b) Dilihat dari jenis barang yang dihasilkan: koperasi angkutan,

koperasi susu, koperasi tahu-tempe, koperasi batik, dan lainlain.

(c) Dilihat dari lingkungannya: koperasi fungsional, yaitu koperasi yang didirikan di lingkungan tempat kerja, misalnya koperasi karyawan, guru, pensiunan, dan sopir taksi. Koperasi Unit Desa, yaitu koperasi yang didirikan di lingkungan pedesaan yang melakukan kegiatan koperasi serba usaha.

Koperasi sekolah, yaitu koperasi yang didirikan di lingkungan sekolah dengan anggotanya yang terdiri atas guru, murid, karyawan, dan warga sekolah lainnya.

c. Badan Usaha Milik Negara

Badan usaha yang dikelola dan dibiayai pemerintah disebut Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Jika badan usaha itu dikelola dan dibiayai oleh pemerintah daerah disebut Perusahaan Daerah (PD), misalnya PDAM (Perusahaan Air Minum Daerah) dan PD Kebersihan.

1) Perusahaan Umum (Perum)

Modal perusahaan umum seluruhnya dari pemerintah. Badan usaha ini bergerak di bidang-bidang yang berkaitan dengan kepentingan umum. Walaupun milik pemerintah, perusahaan umum harus mendapat keuntungan dari jasa pelayanan kepada anggota masyarakat. Contoh perusahaan umum adalah Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).

b) Perusahaan Perseroan (Persero)

Badan usaha ini sama dengan Perseroan Terbatas (PT) milik swasta. Modal persero berasal dari saham-saham yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh pemerintah. Pemerintah bertindak sebagai pemegang saham. Sebagai badan usaha, persero milik pemerintah ini harus mendapatkan keuntungan. Pegawai atau karyawan pada persero berstatus seperti pegawai swasta. Sementara pegawai atau karyawan pada perusahaan umum adalah pegawai negeri. Contoh persero adalah PT. Telkom, PT Pos Indonesia, PT Perkebunan Nusantara, PT Kereta Api Indonesia, dan PT PLN.

d. Cara Menghargai Kegiatan Setiap Orang dalam Berusaha

Kegiatan usaha yang dilakukan oleh setiap orang tentu melibatkan sejumlah orang lainnya. Keterlibatan orang lain tersebut bisa dimulai pada tahap produksi, distribusi dan konsumsi. Dalam kegiatan produksi, orang yang terlibat adalah tenaga kerja yang memberikan jasanya untuk memperlancar produksi. Dia akan menerima upah dari produsen yang mempekerjakannya. Dalam kegiatan produksi, orang-orang yang memberikan jasanya untuk memperlancar penyaluran hasil produksi akan memperoleh keuntungan.

Sebagai sasaran dari setiap kegiatan usaha, konsumen adalah pihak terakhir yang akan menerima barang dan jasa. Barang dan jasa itu akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya. Pada kegiatan ekonomi, setiap anggota masyarakat memiliki peranan yang sangat penting. Setiap orang saling membutuhkan dengan yang lainnya. Demikian pula para siswa di sekolah. Siswa sekolah tentu memerlukan sopir angkutan umum yang akan mengantarkan pergi dan pulang dari sekolah. Demikian juga sopir angkutan akan menawarkan jasanya mengangkut para siswa ke sekolah. Sopir angkutan umum akan memperoleh bayaran (ongkos) atas jasanya itu. Jika kamu lapar atau membutuhkan makanan dan minuman di sekolah, tentu akan pergi ke kantin dan membeli makanan dan minuman yang disukai. Demikian pula pedagang di kantin memerlukan kalian sebagai pembeli agar makanan dan minuman yang dijajakannya laku terjual. Sebagai siswa yang baik kamu tentu akan membayar ongkos angkutan umum sesuai dengan tarif yang berlaku. Begitu juga kamu akan membayar makanan dan minuman yang kamu beli di kantin sekolah. Sopir angkutan umum dan pedagang kantin di sekolah pun akan melayanimu dengan baik.

pengertian Ekonomi Publik

Ekonomi Publik merupakan cabang Ilmu Ekonomi yang menelaah masalah-masalah ekonomi publik (publik dapat diartikan masyarakat, pemerintah atau negara) seperti kebijakan subsidi atau perpajakan, regulasi atau deregulasi, nasionalisasi atau privatisasi, sistem jaminan sosial, ketahanan pangan, kebijakan teknologi, pertahanan dan keamanan, pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Ekonomi publik juga disebut dengan finansial publik. Wikipedia menyebutkan bahwa financial publik mempelajari rancangan dari pajak pemerintah dan kebijakan pengeluaran dan efek ekonomi dari kebijakan-kebijakan tersebut (contohnya, program asuransi sosial).Montesqieu, seorang ahli tata Negara, menyebutkan bahwa kekuasaan negara dapat dipisahkan menjadi kekuasaan legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Kekuasaan eksekutif yang dipegang oleh pemerintah yaitu presiden dan para pembantunya, pada umumnya paling berpengaruh terhadap suatu perekonomian. Hal ini karena eksekutif paling banyak bersinggungan secara langsung dengan aktivitas ekonomi melalui pembelanjaan dan kebijakan ekonominya.

Peran Pemerintah dalam Ekonomi

Pemerintah sebagai pelaku (yang umumnya mendominasi, terutama pada ekonomi di Negara berkembang) memiliki peran sebagai berikut:

* menetapkan kerangka hukum (legal framework) yang melandasi suatu perekonomian;
* mengatur/meregulasi perekonomian dengan alat subsidi dan pajak;
* memproduksi komoditas tertentu dan menyediakan berbagai fasilitas seperti kredit, penjaminan simpanan, dan asuransi;
* membeli komoditas tertentu termasuk yang dihasilkan oleh perusahaan swasta, misalnya persenjataan;
* meredistribusikan (membagi ulang) pendapatan dari suatu kelompok ke kelompok lainnya, dan
* menyelenggarakan sistem jaminan sosial, misalnya memelihara anak-anak terlantar, menyantuni fakir miskin, dan sebagainya.

Beberapa Landasan Ekonomi Publik

Timbulnya disiplin ilmu ekonomi publik didasarkan beberapa landasan pikir sebagai berikut:

1. Masalah kunci dalam perekonomian adalah masalah mikroekonomi, yaitu menyangkut distribusi produksi, dan alokasi konsumsi serta masalah makroekonomi yaitu menyangkut pengangguran, inflasi, kapasitas produksi, serta pertumbuhan ekonomi.
2. Sistem Perekonomian suatu negara berkaitan dengan siapa pelaku ekonomi (pemerintah atau bukan) serta bagaimana keputusan ekonomi diambil. Apakah melalui perencanaan terpusat atau mekanisme harga.
3. Pandangan-pandangan tentang peran pemerintah dalam perekonomian dewasa ini semakin konvergen (cenderung mendekat satu terhadap yang lain). Secara umum saat ini diakui swasta bahwa harus mengambil peran utama dalam pasar. Namun bila terjadi kegagalan pasar dan pemerintah berpotensi dapat memperbaiki kegagalan tersebut, maka sudah sepatutnya pemerintah memperbaiki kegagalan tersebut sepanjang diyakini mampu mengatasinya.
4. Pendekatan ilmiah menjamin kesimpulan yang ditarik dari suatu analisis yang bersifat sahih. Sedangkan kita tahu bahwa analisis sektor publik terdiri dari empat tahap, yakni deskripsi kegiatan pemerintah dalam perekonomian, telaahan konsekuensi dari penerapan kebijakan tersebut, tinjauan atas kriteria keberhasilan keputusan publik, dan evaluasi atas proses politik yang mengarah pada pengambilan keputusan tentang kebijakan publik.

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan

Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Indonesia
Ditulis dalam SIM oleh maksum70 pada Januari 28, 2008

Perkembangan Teknologi kehidupan dikenal dengan e-life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik. Sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e seperti E-Commerce, E-Government, E-Education, E-Library, E-Journal, E-Medicine, E-Laboratory, E-Biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika.
Sistem Informasi Manajemen Pendidikan menjadi faktor penting untuk meningkatkan pelayanan sekaligus penghematan bagi Pendidikan dan kini telah menjadi salah satu standar mutu sebuah Pendidikan. Otomatisasi/komputerisasi sistem pelayanan dan sistem informasi manajemen merupakan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini. Banyak lembaga Pendidikan dan Pendidikan telah mendapat manfaat dari peralatan canggih ini.

Dengan kemajuan perkembangan Pendidikan di Indonesia, baik dari aspek administratif atau teknologi, maka proses pelayanan Pendidikan di Indonesia dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk mengembangkan mutu Pendidikan dibutuhkan beberapa fasilitas pendukung, dimana salah satu fasilitas pendukung tersebut adalah aplikasi teknologi informasi dalam bidang sistem informasi manajemen Pendidikan.